Sabtu, 08 Januari 2011

Dear.......Untukmu.......

Dear rinduku,
inilah rasa-rasa kebimbangan tertinggi,
di atas puncak-puncak dilema keletihan jiwaku,
tatkala tatihku tak berjejak di dunia dunia asmara hati,
aku terjemah jadi yang terlamuni kekosongan akhir,
tergerak sendiri jasad,
aku dan cintaku untukmu telah terbunuh,
kini telah membangkai di dasar jurang keputusasaan,
dan berharap hatimu kan luluh.

Dear khayal-khayalku,
inilah angan-angan yang terhias rapi di dunia tak sadarku,
di atas pohon tertinggi dalam hatimu,
aku kau anggap hanya daun ranum tak berarti,
berayun-ayun ajal di hentak hembus angin tak sudihmu,
hingganya ku terbang tanpa arah semakin jauh...jauh tinggalkanmu,
jatuh dan membusuk dalam pangkuan kesepian hatimu.

Tahukah?
Ada hal yang ku jamah di pesisir wajahmu?
Senyum merekah,
pipi malu merona merah,
sapa lembut yang ramah tamah,
kini asing di ratap-ratap nyataku,
dan kinipun hanya terbias kesinisan matamu,
kala mata-matamu terhujam tajam tusuk kalbu.

Dan tahukah?
Ada hal yang ku inginkan di pesisir hatimu?
Cinta yang menerima,
kasih sayang yang tercipta,
dan jiwa yang terbuka,
yang kini tak bercela buat ku selipkan surat-surat maaf dari jiwa jiwa salahku padamu,
dan kini hanya ruang tertutupmu,
yang tak untuk tersentuh oleh apapun dan termasuk aku.

Dear cintaku,
cukup inilah yang terbingkis dari cucur-cucuran maaf airmata khilafku,
bait-bait kata-kata basi tanpa arti,
sederhana bagimu,
tapi asaku untuk hati batumu sedikit beri sentuhan kelembutan,
karena rindku pun telah membatu,
hingga ku berakhir hidup,
inginku diliangku nantipun,
ku tetap membatu rindu,
berharap pribadi yang serba baik darimu kan terpatri pada pangkuian wajahku kembali,
meski kerasmu membenci padaku tetap terjaga.




syukroni dzunnurain

Tidak ada komentar:

Posting Komentar