Sabtu, 12 Maret 2011

Teruntukmu Annisa...

Dari tulisan - tulisan keperihatinan akan dirimu..
Dan dari setiap goresan-goresan titah resah ini..
Kan ku ciptakan satu surat kecemasan akan dirimu..
Pilu hati menangis meratapi sinar kilaumu terenggut dan kini redup..
Karena telah tenggelam dalam puing - puing fitnah dunia hina...

Kan ku kisahkan..
Teruntukmu...
Intan-intan terindah yang kian meredup..
Hati ini riuh takkala adab & akhlakmu tercuri..
Hati ini riuh takkala jalan & kemudi syahwatmu berlalu arah..
Hati ini riuh takkala tabir & hijabmu tak lagi batasi tubuh auratmu,..
Hati ini riuh takkala langkah & suara tangis mu tak lagi terdengar dalam do’a malam harimu..
Hati ini riuh Annisa ku...

Teruntukmu...
Intan-intan terindah yang kian meredup..
Ratap ini resah takkala tangan-tanganmu tersentuh zina yang bukan muhrimmu..
Ratap ini gundah takkala ucapan cintamu begitu ringan tertitah bukan untukNya..

Ratap ini goyah takkala kau bangga pinang ikatan cinta untuk cintai selain dirinya..
Ratap ini rapuh takkala gelap malammu tak lagi hidup diatas sajadah..
Tahukah??
Ratap ini resah Annisa ku...

Teruntukmu..
Intan-intan terindah yang kian meredup..
Tak ada lagi indah takkala rambut-rambutmu berkibar tanpa salah..
Tak ada lagi indah takkala tubuh-tubuhmu tak terselimuti tanpa dosa..
Tak ada lagi indah takkala fitrahmu sebagai wanita telah punah tertelan fitnah dunia..
Tak ada lagi indah takkala jilbab-jilbabmu begitu minim menutupi keanggunanmu..
Tak ada lagi indah Annisa ku..

Dimana??
Dimana lagi kami mencari sinar terangmu kembali sinari fitrah ini..
Adakah yang serba baik padamu kembali..
Ada tapi begitu langkah??

Teruntukmu..
Intan-intan terindah yang kian meredup..
Kami takut takkala kami tak dapati lagi pendamping yang terbaik yang nantinya menemani..
Kami takut takkala kami harus slalu bertanya-tanya kan ke”virgin”an & islam pada dirimu..
Kami takut takkala cinta kami nantinya tak terpatri pada sosok wanita yang juga cinta mati pada cintaNya..
Kami takut Annisa..

Teruntukmu...
Intan-intan terindah yang kian meredup..
Kami kesepian takkala kebanyakkan dirimu nantinya berhuni dipenjara neraka..
Kami kesepian takkala itu terjadi padamu, siapa yang temani kami dipenjara syurga nanti???
Kami kesepian takkala dijalan-jalan tak kami lihat lagi jilbab-jilbab panjang yang anggun nun menawan..
Dan kami kesepian takkala kami hanya berjuang sendirian memperjuangkan jalan cintaNya tanpa dirimu temani..
Kami kesepian Annisa...

Teruntukmu..
Intan-intan terindah yang kian meredup..
Kami malu takkala dirimu beranikan diri untuk berpacaran..
Kami malu takkala dihadapan kami dengan ringan dirimu bergandeng tangan..
Kami malu takkala dirimu begitu nyaman bisa berpelukkan..
Kami malu Annisa..


Syukroni Dzunnurain

Beginilah aku mencintaimu...

Beginilah aku mencintaimu..
Ada kekasih yang serba membuktikan cintanya dengan jutaan rangkaian kalimat indah, pujian dan rayuan..
Ada juga dengan sikap yang penuh kasih..
Ada juga malah obral-obral harga diri atas nama “cinta” suci..!!
Dan ada juga dengan meluntahkan harga diri atas materi
Dan apalah namanya..!!
Namun bagiku ini...
Aku mencintaimu dengan menundakan pandangan padamu..
Bukan karena ku ingin berpaling padamu..
Namun karena ku ingin menjaga pandanganmu dari panah-panah iblis...

Aku mencintaimu dengan tidak melemah-lembutkan suaraku padamu..
Mendayu bagai merayu-rayu..
Mendesir bagai desiran angin yang malu-malu..
Bukan karena ku tak mau dan sakiti hatimu..
Namun karena keinginan hatiku tuk jaga hatimu dari bisik2 kemudaratan yang membutakan cinta ini..



Tahukah dirimu?
Mengapa kini kita terpisah berjauhan tak bersama..??
Karena kelak Sang Pemilik hati inilah yg akan satukan ikatan kita dalam kaitan suciNya..
Sebab itu lebih abdiku kan teryakinkan ijtihat-Nya adalah pasti..
"laki_laki yang baik adalah untuk perempuan yang baik pula dan sebaliknya".
Kini ku jaga diriku guna dapatkan cinta terbaik pula..
Dan itu adalah cintamu..

Ya cukup..
Beginilah aku mencintaimu...
Aku mencintaimu dengan menjaga diriku..hatiku dan jiwaku..
Teruntuk ku persembahkan padamu kelak..
Siapapun dirimu???
Sebab itu,
jaga kesucian cintamu hanya untukku..

Ya Rabb..
Beginilah aku mencintainya..
PadaMu ku titipkan hati ini untuknya..
PadaMu ku kerahkan cintaku padanya...
Barokallahuliwalakum..

Dan beginilah aku mencintaimu..

Sabtu, 08 Januari 2011

Bukan hanya Ia..!

Ini malam-malammu,
terlukis dengan warna-warna mati,
tercucur dari kerlingan mata-mata kosongmu yg memandang,
dan kau abadikan jasadamu kedalam lubang-lubang kesendirian tak henti,
hingganya syaraf-syarafmu membeku,
karena terlalu merindunya..

Ini malam-malammu,
terhiasi dengan tangis-tangis manja,
tercurah atas kekurangan kasihsayang,
sepi hidupmu,
dan kau rela abdikan rasa dan jiwamu,
kedunia siksa sejatinya untukmu,
yg terenggut tawa bhagiamu karena kebodohan n lugunya cintamu pertahankannya..

Tak pernah bosan kah kau akan lamunan-lamunan indahmu.!?
Serba indah,
tpi hnya kau tujukan pd dirinya yg begitu busuk bagimu!?
Tak pernah kau brfikir tuk berhenti sejenak akan rintihan airmatamu?
Tetes demi tetes percuma,
berharap hatinya luluh akanmu,
padanya ia hanya tertawa melihat dukamu itu..

Cukup..
Ia hanya kemalangan bagimu..
Tinggal smua sajak2 sayangmu pdanya..
Karena ada cinta yg ingin hdup bersamamu..

Ini malam-malammu,
yg indah tapi jangan kau tebar luka,
yg mesra jangan kau tabur derita,
yg malammu,
yg butuh senyum bahagia cinta..


syukroni dzunnurain

Dear.......Untukmu.......

Dear rinduku,
inilah rasa-rasa kebimbangan tertinggi,
di atas puncak-puncak dilema keletihan jiwaku,
tatkala tatihku tak berjejak di dunia dunia asmara hati,
aku terjemah jadi yang terlamuni kekosongan akhir,
tergerak sendiri jasad,
aku dan cintaku untukmu telah terbunuh,
kini telah membangkai di dasar jurang keputusasaan,
dan berharap hatimu kan luluh.

Dear khayal-khayalku,
inilah angan-angan yang terhias rapi di dunia tak sadarku,
di atas pohon tertinggi dalam hatimu,
aku kau anggap hanya daun ranum tak berarti,
berayun-ayun ajal di hentak hembus angin tak sudihmu,
hingganya ku terbang tanpa arah semakin jauh...jauh tinggalkanmu,
jatuh dan membusuk dalam pangkuan kesepian hatimu.

Tahukah?
Ada hal yang ku jamah di pesisir wajahmu?
Senyum merekah,
pipi malu merona merah,
sapa lembut yang ramah tamah,
kini asing di ratap-ratap nyataku,
dan kinipun hanya terbias kesinisan matamu,
kala mata-matamu terhujam tajam tusuk kalbu.

Dan tahukah?
Ada hal yang ku inginkan di pesisir hatimu?
Cinta yang menerima,
kasih sayang yang tercipta,
dan jiwa yang terbuka,
yang kini tak bercela buat ku selipkan surat-surat maaf dari jiwa jiwa salahku padamu,
dan kini hanya ruang tertutupmu,
yang tak untuk tersentuh oleh apapun dan termasuk aku.

Dear cintaku,
cukup inilah yang terbingkis dari cucur-cucuran maaf airmata khilafku,
bait-bait kata-kata basi tanpa arti,
sederhana bagimu,
tapi asaku untuk hati batumu sedikit beri sentuhan kelembutan,
karena rindku pun telah membatu,
hingga ku berakhir hidup,
inginku diliangku nantipun,
ku tetap membatu rindu,
berharap pribadi yang serba baik darimu kan terpatri pada pangkuian wajahku kembali,
meski kerasmu membenci padaku tetap terjaga.




syukroni dzunnurain

Prasasti ketulusanQ...

Larut terlarut dalam kesendirian,
campur tercampur dalam luka keperihan,
dan disini Q kan rangkai jiwa-jiwaQ sesukamu,
hingga senyummu kan terbitkanQ dalam kegelapan,
dan Q kan tetap rela,
meski harus tergadai sisa.sisa nafasQ padamu.

Ratap tertatap di jerami.jerami berdebu,
rapuh terapuh dhati di tengah gubuk.gubuk penantian,
dan kembali disini pun Q kan hias lukis parasmu,
dengan bahagia dan cinta terkikis,
meski saatnya Q kan terjelma jadi molekul.molekul lirih,
ataupun mozaik.mozaik siksa yg terus jadi lagu.lagu dikala Q merindumu.

Detak demi detik,
telah janjikan Q nikmati akhir cinta padamu,
karena tubuh.tubuh ini telah mati raga,
sebab terjangkit virus.virus yg tlah ukir prasasti dalam nyawaQ,
hingga hanya seujung jemariQ kan terlelap melihatmu.

Tapi tolong ingat sabda ini,
"cintaQ...meski jasad ini tercabik sebab angkuhmu,
meski dunia.dunia kasih tlah terenggut dan jatuh ke jurang acuhmu,
dan meski kau bakar semua bait.bait surat dan puisi.puisi dari hatiQ..
Sifatmu ini bukan jadikan Q benci,
tapi terus bius Q tuk tetap cintaimu slamanya,
ingat slamanya..
Dalam prasasti ketulusanQ...





syukroni dzunnurain

Temukan aQ pada hati yg jua Mencinta-Mu

Ya Allah...

Saat Q takkala terpaku rasa pada satu wajah,
sadarkanlah jiwa ini bahwa akan ada sebuah akhir,
dan takkala Q merindukan Ia,
tampakkan padaQ akan rindu,
rindunya Ia pada rindu cinta sejatiMu.

Ya habibullah..
SaatQ berhajat tuk mencintai Ia,
temukan Q dengan Ia yang tulus mencintaiMu pula,
agar hatiQ pun terbimbing tuk slalu cintaiMu,
dan takkalaQ sedang terenggut hati pada Ia,
jagalah cintaQ agar tidak melebihi cintaQ pada diriMu.

Dan takkala lisan berucap,
"aku cinta pada Ia",
izinkanlah Q rangkai bingkisan kalimat rasa itu,
pada jiwa yg senan ikhlas akan kehendakMu.,
dan tunjukkan arah jalan tuju cintaMu,
hingganya jangan tampakkan aQ dengan nafsu tuk mencinta Ia.

Ya Rabb..
Sekali lagi..
Takkala aQ bahagia terima cinta Ia,
kikis sedikit rasa terimaQ hingga bahagiaQ tak lupakan diriMu,
dan kenankanQ untuk tanamkan rindu sayang di dalam hati Ia,

dan diujung asa dan titah rintih,
Q harapkan diriMu,
hadirkan pada hatiQ satu cintanya yg juga mencintaiMu..
Satu rindu yg pula merinduMu..
Atas seluruh cinta..
Atas seluruh rindu..

syukroni dzunnurain