Sabtu, 12 Maret 2011

Teruntukmu Annisa...

Dari tulisan - tulisan keperihatinan akan dirimu..
Dan dari setiap goresan-goresan titah resah ini..
Kan ku ciptakan satu surat kecemasan akan dirimu..
Pilu hati menangis meratapi sinar kilaumu terenggut dan kini redup..
Karena telah tenggelam dalam puing - puing fitnah dunia hina...

Kan ku kisahkan..
Teruntukmu...
Intan-intan terindah yang kian meredup..
Hati ini riuh takkala adab & akhlakmu tercuri..
Hati ini riuh takkala jalan & kemudi syahwatmu berlalu arah..
Hati ini riuh takkala tabir & hijabmu tak lagi batasi tubuh auratmu,..
Hati ini riuh takkala langkah & suara tangis mu tak lagi terdengar dalam do’a malam harimu..
Hati ini riuh Annisa ku...

Teruntukmu...
Intan-intan terindah yang kian meredup..
Ratap ini resah takkala tangan-tanganmu tersentuh zina yang bukan muhrimmu..
Ratap ini gundah takkala ucapan cintamu begitu ringan tertitah bukan untukNya..

Ratap ini goyah takkala kau bangga pinang ikatan cinta untuk cintai selain dirinya..
Ratap ini rapuh takkala gelap malammu tak lagi hidup diatas sajadah..
Tahukah??
Ratap ini resah Annisa ku...

Teruntukmu..
Intan-intan terindah yang kian meredup..
Tak ada lagi indah takkala rambut-rambutmu berkibar tanpa salah..
Tak ada lagi indah takkala tubuh-tubuhmu tak terselimuti tanpa dosa..
Tak ada lagi indah takkala fitrahmu sebagai wanita telah punah tertelan fitnah dunia..
Tak ada lagi indah takkala jilbab-jilbabmu begitu minim menutupi keanggunanmu..
Tak ada lagi indah Annisa ku..

Dimana??
Dimana lagi kami mencari sinar terangmu kembali sinari fitrah ini..
Adakah yang serba baik padamu kembali..
Ada tapi begitu langkah??

Teruntukmu..
Intan-intan terindah yang kian meredup..
Kami takut takkala kami tak dapati lagi pendamping yang terbaik yang nantinya menemani..
Kami takut takkala kami harus slalu bertanya-tanya kan ke”virgin”an & islam pada dirimu..
Kami takut takkala cinta kami nantinya tak terpatri pada sosok wanita yang juga cinta mati pada cintaNya..
Kami takut Annisa..

Teruntukmu...
Intan-intan terindah yang kian meredup..
Kami kesepian takkala kebanyakkan dirimu nantinya berhuni dipenjara neraka..
Kami kesepian takkala itu terjadi padamu, siapa yang temani kami dipenjara syurga nanti???
Kami kesepian takkala dijalan-jalan tak kami lihat lagi jilbab-jilbab panjang yang anggun nun menawan..
Dan kami kesepian takkala kami hanya berjuang sendirian memperjuangkan jalan cintaNya tanpa dirimu temani..
Kami kesepian Annisa...

Teruntukmu..
Intan-intan terindah yang kian meredup..
Kami malu takkala dirimu beranikan diri untuk berpacaran..
Kami malu takkala dihadapan kami dengan ringan dirimu bergandeng tangan..
Kami malu takkala dirimu begitu nyaman bisa berpelukkan..
Kami malu Annisa..


Syukroni Dzunnurain

Beginilah aku mencintaimu...

Beginilah aku mencintaimu..
Ada kekasih yang serba membuktikan cintanya dengan jutaan rangkaian kalimat indah, pujian dan rayuan..
Ada juga dengan sikap yang penuh kasih..
Ada juga malah obral-obral harga diri atas nama “cinta” suci..!!
Dan ada juga dengan meluntahkan harga diri atas materi
Dan apalah namanya..!!
Namun bagiku ini...
Aku mencintaimu dengan menundakan pandangan padamu..
Bukan karena ku ingin berpaling padamu..
Namun karena ku ingin menjaga pandanganmu dari panah-panah iblis...

Aku mencintaimu dengan tidak melemah-lembutkan suaraku padamu..
Mendayu bagai merayu-rayu..
Mendesir bagai desiran angin yang malu-malu..
Bukan karena ku tak mau dan sakiti hatimu..
Namun karena keinginan hatiku tuk jaga hatimu dari bisik2 kemudaratan yang membutakan cinta ini..



Tahukah dirimu?
Mengapa kini kita terpisah berjauhan tak bersama..??
Karena kelak Sang Pemilik hati inilah yg akan satukan ikatan kita dalam kaitan suciNya..
Sebab itu lebih abdiku kan teryakinkan ijtihat-Nya adalah pasti..
"laki_laki yang baik adalah untuk perempuan yang baik pula dan sebaliknya".
Kini ku jaga diriku guna dapatkan cinta terbaik pula..
Dan itu adalah cintamu..

Ya cukup..
Beginilah aku mencintaimu...
Aku mencintaimu dengan menjaga diriku..hatiku dan jiwaku..
Teruntuk ku persembahkan padamu kelak..
Siapapun dirimu???
Sebab itu,
jaga kesucian cintamu hanya untukku..

Ya Rabb..
Beginilah aku mencintainya..
PadaMu ku titipkan hati ini untuknya..
PadaMu ku kerahkan cintaku padanya...
Barokallahuliwalakum..

Dan beginilah aku mencintaimu..

Sabtu, 08 Januari 2011

Bukan hanya Ia..!

Ini malam-malammu,
terlukis dengan warna-warna mati,
tercucur dari kerlingan mata-mata kosongmu yg memandang,
dan kau abadikan jasadamu kedalam lubang-lubang kesendirian tak henti,
hingganya syaraf-syarafmu membeku,
karena terlalu merindunya..

Ini malam-malammu,
terhiasi dengan tangis-tangis manja,
tercurah atas kekurangan kasihsayang,
sepi hidupmu,
dan kau rela abdikan rasa dan jiwamu,
kedunia siksa sejatinya untukmu,
yg terenggut tawa bhagiamu karena kebodohan n lugunya cintamu pertahankannya..

Tak pernah bosan kah kau akan lamunan-lamunan indahmu.!?
Serba indah,
tpi hnya kau tujukan pd dirinya yg begitu busuk bagimu!?
Tak pernah kau brfikir tuk berhenti sejenak akan rintihan airmatamu?
Tetes demi tetes percuma,
berharap hatinya luluh akanmu,
padanya ia hanya tertawa melihat dukamu itu..

Cukup..
Ia hanya kemalangan bagimu..
Tinggal smua sajak2 sayangmu pdanya..
Karena ada cinta yg ingin hdup bersamamu..

Ini malam-malammu,
yg indah tapi jangan kau tebar luka,
yg mesra jangan kau tabur derita,
yg malammu,
yg butuh senyum bahagia cinta..


syukroni dzunnurain

Dear.......Untukmu.......

Dear rinduku,
inilah rasa-rasa kebimbangan tertinggi,
di atas puncak-puncak dilema keletihan jiwaku,
tatkala tatihku tak berjejak di dunia dunia asmara hati,
aku terjemah jadi yang terlamuni kekosongan akhir,
tergerak sendiri jasad,
aku dan cintaku untukmu telah terbunuh,
kini telah membangkai di dasar jurang keputusasaan,
dan berharap hatimu kan luluh.

Dear khayal-khayalku,
inilah angan-angan yang terhias rapi di dunia tak sadarku,
di atas pohon tertinggi dalam hatimu,
aku kau anggap hanya daun ranum tak berarti,
berayun-ayun ajal di hentak hembus angin tak sudihmu,
hingganya ku terbang tanpa arah semakin jauh...jauh tinggalkanmu,
jatuh dan membusuk dalam pangkuan kesepian hatimu.

Tahukah?
Ada hal yang ku jamah di pesisir wajahmu?
Senyum merekah,
pipi malu merona merah,
sapa lembut yang ramah tamah,
kini asing di ratap-ratap nyataku,
dan kinipun hanya terbias kesinisan matamu,
kala mata-matamu terhujam tajam tusuk kalbu.

Dan tahukah?
Ada hal yang ku inginkan di pesisir hatimu?
Cinta yang menerima,
kasih sayang yang tercipta,
dan jiwa yang terbuka,
yang kini tak bercela buat ku selipkan surat-surat maaf dari jiwa jiwa salahku padamu,
dan kini hanya ruang tertutupmu,
yang tak untuk tersentuh oleh apapun dan termasuk aku.

Dear cintaku,
cukup inilah yang terbingkis dari cucur-cucuran maaf airmata khilafku,
bait-bait kata-kata basi tanpa arti,
sederhana bagimu,
tapi asaku untuk hati batumu sedikit beri sentuhan kelembutan,
karena rindku pun telah membatu,
hingga ku berakhir hidup,
inginku diliangku nantipun,
ku tetap membatu rindu,
berharap pribadi yang serba baik darimu kan terpatri pada pangkuian wajahku kembali,
meski kerasmu membenci padaku tetap terjaga.




syukroni dzunnurain

Prasasti ketulusanQ...

Larut terlarut dalam kesendirian,
campur tercampur dalam luka keperihan,
dan disini Q kan rangkai jiwa-jiwaQ sesukamu,
hingga senyummu kan terbitkanQ dalam kegelapan,
dan Q kan tetap rela,
meski harus tergadai sisa.sisa nafasQ padamu.

Ratap tertatap di jerami.jerami berdebu,
rapuh terapuh dhati di tengah gubuk.gubuk penantian,
dan kembali disini pun Q kan hias lukis parasmu,
dengan bahagia dan cinta terkikis,
meski saatnya Q kan terjelma jadi molekul.molekul lirih,
ataupun mozaik.mozaik siksa yg terus jadi lagu.lagu dikala Q merindumu.

Detak demi detik,
telah janjikan Q nikmati akhir cinta padamu,
karena tubuh.tubuh ini telah mati raga,
sebab terjangkit virus.virus yg tlah ukir prasasti dalam nyawaQ,
hingga hanya seujung jemariQ kan terlelap melihatmu.

Tapi tolong ingat sabda ini,
"cintaQ...meski jasad ini tercabik sebab angkuhmu,
meski dunia.dunia kasih tlah terenggut dan jatuh ke jurang acuhmu,
dan meski kau bakar semua bait.bait surat dan puisi.puisi dari hatiQ..
Sifatmu ini bukan jadikan Q benci,
tapi terus bius Q tuk tetap cintaimu slamanya,
ingat slamanya..
Dalam prasasti ketulusanQ...





syukroni dzunnurain

Temukan aQ pada hati yg jua Mencinta-Mu

Ya Allah...

Saat Q takkala terpaku rasa pada satu wajah,
sadarkanlah jiwa ini bahwa akan ada sebuah akhir,
dan takkala Q merindukan Ia,
tampakkan padaQ akan rindu,
rindunya Ia pada rindu cinta sejatiMu.

Ya habibullah..
SaatQ berhajat tuk mencintai Ia,
temukan Q dengan Ia yang tulus mencintaiMu pula,
agar hatiQ pun terbimbing tuk slalu cintaiMu,
dan takkalaQ sedang terenggut hati pada Ia,
jagalah cintaQ agar tidak melebihi cintaQ pada diriMu.

Dan takkala lisan berucap,
"aku cinta pada Ia",
izinkanlah Q rangkai bingkisan kalimat rasa itu,
pada jiwa yg senan ikhlas akan kehendakMu.,
dan tunjukkan arah jalan tuju cintaMu,
hingganya jangan tampakkan aQ dengan nafsu tuk mencinta Ia.

Ya Rabb..
Sekali lagi..
Takkala aQ bahagia terima cinta Ia,
kikis sedikit rasa terimaQ hingga bahagiaQ tak lupakan diriMu,
dan kenankanQ untuk tanamkan rindu sayang di dalam hati Ia,

dan diujung asa dan titah rintih,
Q harapkan diriMu,
hadirkan pada hatiQ satu cintanya yg juga mencintaiMu..
Satu rindu yg pula merinduMu..
Atas seluruh cinta..
Atas seluruh rindu..

syukroni dzunnurain

TeruntukMu cinta......

Di satu sisi kegelapanQ...
Sipu tangis mengalir disela lekuk pipi derita..
Letih raga menunduk janji ditatap sajadah lembab airmata takut..
Dan suara lirih terlantun teriring rengek_rengek bersalah dosa masa lalu..
Q pun tak pungkiri diri ini hanyalah jasad yg nihil tak berarti apa_apa..!?
Di hadapMu..
Q bertalu..

Di satu sisi kesendirianQ..
Pikir keras mencari_cari lukis wajah khayalmu..
Bingkis smua raut wajah merah malu dalam balut kesedihan..
Hampar semua tetes keringat maafQ yg tak kunjung terijabah..
Dan kembali Q sadar..
Q hanya musafir miskin yg slalu mencari sisa_sisa hidayahMu..
Buat Q jadikn lauk.pauk disaat Q dahaga lapar jalani kesepian ini.

Kembali Q terjelma dalam dimensimu..
Jadi n0kta_n0kta mini lagi hitam..
Ditengah hampar garis_garis panjang nun banyakMu..!?
Disana Q terasingi..

Dan kembali Q terilham jadi hal satu..
Angka satu untukQ..
Ditengah ribuan bahkan milyaran digit_digit angkaMu..
Dan Q disana menggila n mati..

Tapi ingat aQ sedikit sajalah..
Ya Rabb..
Termiskin diriQ..
Terhina jasadQ..
Tapi disini..
Tepat di dada ini..
Masuk kedalam lagi..
Ada warna merah hatiQ..
Merah cintaQ..
Dan ada ruang disana!?
Dan disana ada satu ukiran..
Yaitu ukiran CINTA namaMu..
Yang ingat kembali..
Yang itu kan Q jaga sampai nantinya..
RagaQ..
BatinQ..
Dan seluruh yg ada padaQ sampainya terenggut perantara malaikatMu..
Q kan jaga Cinta itu sampai MATI Q..
Dan itu hanya..

Hanya..

Dan hanya..

TeruntukMu CINTA Q...



syukroni dzunnurain

CintaMu untuk dirinya...

Terlamun dalam bingkai hati sepi...
Dalam penantian tak henti..
Aku terjamah di pucuk.pucuk dedaunan riuh puncak jiwaQ..
Dalam kutipan naskah penantian bidadari cinta..
Tak kunjung jamah takdir-takdir dilema ini...

Terbias di atas riak-riak airmata kesedihan...
Dalam hanyutkanQ tak henti lagi..
Akupun terbwa arus dalam melodi-melodi yg beku..
Lelah cari dan mencari seungguh tulang rusuk yg tercuri...
Tapi takQ dapati di aksa-aksa dunia MAha luasMu..
Hingga rasa hati mati..
Mati terkunci akan keputusasaanQ dlam pengembaraan.

Dimana??
Jawab tanyaQ?
Sang pemilik hati...
Tuntun jalan dan arah rabunQ tuk menuju hatinya..
Meski hrus tergadai kedua helai tulang kakiQ tuk dpatknnya..
Dan meski akhrinya harus aku yg tercacati.

Dimana??
Jawab kerinduan padaQ?
Sang pengilham cinta..
Jangan slalu Kau bolak balikkan hati galau ini..
Karena terlalu lama memikirkannya,..
Karena terlalu banyak cucurkan airmata..
Meskipun harusQ gila..!
Tolong buat aku menggila mencintaMu teruntuk dirinya..

Demi Cinta padaMu..
Relakan aku terhina dijalan CintaMu..
Relakan aku terhina merindu cintanya..

Karena cintanya cintaQ..
CintaMu..tuk Q cinta..
CintaQ untuk Mu cipta..
Ciptakan padaQ cinta itu untukku hadiahkan pada yg Q cinta...
Yaitu pada dirinya.....
Cinta-Mu untuk dirinya..........


syukroni dzunnurain

Lupakan Tentang...??

Ada kata-kata manis yang begitu banyak terucapi...
Ada bait-bait puisi dan sajak-sajak yg terlalu banyak terilhami...
Untukmu yg begitu teristimewa bagi bilik-bilik rasa cinta...
Aku padamu...
Yang ku pun harus rela berkorban..
Rebahkan harga termahal dalam diriku..
Itu hanya tuk satu..
Satu hingga dirimu pun sedikit membuka hati yg telah terkunci itu..

Ada lantunan-lantunan lagu dilematis teralun sepi...
Ada hembus-hembus angin yg slalu ingin sejukkan..
Dan itu kembali..
Hanya untukmu..
Yang kan ku sinari sisi-sisi gelap hatimu..
Dengan lentara api-api asaQ..
Meski pun Q harus rela padam..dan padam terbuta..
Tapi dengan lentera itu aQ kan tapakki jejak keluluhanmu..
Tujukan Q jalan ke jalan labuhan hati terindahmu..

Inilah kalaQ terjelma jadi manusia terhina dimata-matamu..
Terlalu berdosa..
Terlalu dan slalu salah...
Kembali atasmu..
MeskiQ ingin slalu ingin terbebas dari jerat rasa itu..
Tapi tetap..
Dirimu kuncikanQ dalam terali-teralimu..
PasungkanQ hina dan terhina lagi..

Jawab aku..!
Inikah dirimu?
Begitu ego akan segala sin0psis-sin0psis yang naikkanmu pada rasa angkuh?
Tak mau tatap aQ..
Yang terlalu letih bermusafir mencari pintu-pintu maafmu..
Dipenjuru mata-mata hatimu..
Namun Q teranum jadi padi-padi kesiasan..

Inikah dirmu?
Tak mau artikanQ dan Slalu Q yg harus terjemahkanmu?
Walau dengan sembah dan tetes airmata..
TetapQ tak temukan bebatuan maaf jiwamu yg lembuh buatQ sentuh..

Ada kata-kata indah dari diriQ..
Yang Q harap lama tergenang dalam sungai ingatanmu..
Dan ingat dirimu kan tetap ingat..
Dengan mengingat apa yang ingin kau lupa..
Melupakan smua..
Tentang aQ..
.aQ cinta..cinta untukmu..
Meski kau lupa cinta..


syukroni dzunnurain

Cinta Dua Hati...

Dari tulisan_tulisan keprihatinan akan dirimu..
Dan dari setiap goresan_goresan tintah resah ini..
Kan Q ciptakan satu surat kecemasan akan dirimu..
Pilu hati menangis meratapi sinar kilaumu terenggut dan kini redup..
Karena telah tenggelam dalam puing_puing fitnah dunia hina...

Kan Q kisahkan..
Teruntukmu...
Intan_intan terindah yg kian meredup..
Hati ini riuh takkala adab &akhlakmu tercuri..
Hati ini riuh takkala jalan & kemudi syahwatmu berlalu arah..
Hati ini riuh takkala tabir & hijabmu tak lagi batasi tubuh auratmu,..
Hati ini riuh takkala langkah & suara tangis mu tak lagi terdengar dlam doa malam harimu..
Hati ini riuh ANNISA ku...

Teruntukmu...
Intan_intan terindah yg kian meredup..
Ratap ini resah takkala tangan_tanganmu tersentuh zina yg bukan muhrimmu..
Ratap ini gundah takkala ucapan cintamu begitu ringan tertitah bukan untukNya..
Ratap ini goyah takkala kau bangga pinang ikatan cinta untuk cintai selain dirinya..
Ratap ini rapuh takkala gelap malammu tak lagi hidup diatas sajadah..
Tahukah??
Ratap ini resah ANNISA ku...

Teruntukmu..
Intan_intan terindah yg kian meredup..
Tak ada lagi indah takkala rambut_rambutmu berkibar tanpa salah..
Tak ada lagi indah takkala tubuh_tubuhmu tak terselimuti tanpa dosa..
Tak ada lagi indah takkala fitrahmu sbgai wanita tlah punah tertelan fitnah dunia..
Tak ada lagi indah takkala jilbab_jilbabmu begitu minim menutupi keanggunanmu..
Tak ada lagi indah ANNISA ku..

Dimana??
Dimana lagi kami mencri sinar terangmu kembali sinari fitrah ini..
Adakah yg serba baik padamu kembali..
Ada tapi begitu langkah??

Teruntukmu..
Intan_intan terindah yg kian meredup..
Kami takut takkala kami tak dapati lagi pendamping yg terbaik yg nantinya menemani..
Kami takut takkala kami harus slalu bertanya_tanya kan kevirginan & islam pada dirimu..
Kami takut takkala cinta kami nantinya tak terpatri pada sosok wanita yg juga cinta mati pada cintaNya..
Kami takut ANNISA..

Teruntukmu...
Intan_intan terindah yg kian meredup..
Kami kesepian takkala kebanyakkan dirimu nantinya berhuni dipenjara neraka..
Kami kesepian takkala itu terjadi padamu, siapa yg temani kami dipenjara syurga nanti!??
Kami kesepian takkala dijalan_jalan tak kami lihat lagi jilbab_jilbab panjang yg anggun nun menawan..
Dan kami kesepian takkala kami hanya berjuang sendirian memperjuangkan jalan cintaNya tanpa dirimu temani..
Kami kesepian ANNISA...

Teruntukmu..
Intan_intan terindah yg kian meredup..
Kami malu takkala dirimu beranikan diri untuk berpacaran..
Kami malu takkala dihadapan kami dgn ringan dirimu begandeng tangan..
Kami malu takkala dirimu begitu nyaman bisa berpelukkan..
Kami malu ANNISA..

Ini adalah tanya_tanya yg tak tau kapan dirimu kan akhirkan?
Apakah dirimu pernah merasa riuh dgn smua tindakkan itu?
Apakah dirimu pernah takut akan dosa & salah akan dipertanggungjawabkan dihadapanNya itu?
Apakah dirimu merasa malu yg dirimu perbuat didepan mata_mataNya itu?
Apakah dirimu resah takkala khilafmu termaafkan olehNya!?

Kini sinar intan mu yg kami nanti?
Dapat sinari hatimu..
Hingga dirimu yg takut..
Yang tahu malu..
Yang slalu resah..
Yang slalu menjaga..
Kembali di ratap kami yg inginkan indah..
Indahnya dirimu Intanku..
Teruntuk ANNISA yg indah di jiwa...

syukroni dzunnurain

Teruntukmu ANNISA...

Dari tulisan_tulisan keprihatinan akan dirimu..
Dan dari setiap goresan_goresan tintah resah ini..
Kan Q ciptakan satu surat kecemasan akan dirimu..
Pilu hati menangis meratapi sinar kilaumu terenggut dan kini redup..
Karena telah tenggelam dalam puing_puing fitnah dunia hina...

Kan Q kisahkan..
Teruntukmu...
Intan_intan terindah yg kian meredup..
Hati ini riuh takkala adab &akhlakmu tercuri..
Hati ini riuh takkala jalan & kemudi syahwatmu berlalu arah..
Hati ini riuh takkala tabir & hijabmu tak lagi batasi tubuh auratmu,..
Hati ini riuh takkala langkah & suara tangis mu tak lagi terdengar dlam doa malam harimu..
Hati ini riuh ANNISA ku...

Teruntukmu...
Intan_intan terindah yg kian meredup..
Ratap ini resah takkala tangan_tanganmu tersentuh zina yg bukan muhrimmu..
Ratap ini gundah takkala ucapan cintamu begitu ringan tertitah bukan untukNya..
Ratap ini goyah takkala kau bangga pinang ikatan cinta untuk cintai selain dirinya..
Ratap ini rapuh takkala gelap malammu tak lagi hidup diatas sajadah..
Tahukah??
Ratap ini resah ANNISA ku...

Teruntukmu..
Intan_intan terindah yg kian meredup..
Tak ada lagi indah takkala rambut_rambutmu berkibar tanpa salah..
Tak ada lagi indah takkala tubuh_tubuhmu tak terselimuti tanpa dosa..
Tak ada lagi indah takkala fitrahmu sbgai wanita tlah punah tertelan fitnah dunia..
Tak ada lagi indah takkala jilbab_jilbabmu begitu minim menutupi keanggunanmu..
Tak ada lagi indah ANNISA ku..

Dimana??
Dimana lagi kami mencri sinar terangmu kembali sinari fitrah ini..
Adakah yg serba baik padamu kembali..
Ada tapi begitu langkah??

Teruntukmu..
Intan_intan terindah yg kian meredup..
Kami takut takkala kami tak dapati lagi pendamping yg terbaik yg nantinya menemani..
Kami takut takkala kami harus slalu bertanya_tanya kan kevirginan & islam pada dirimu..
Kami takut takkala cinta kami nantinya tak terpatri pada sosok wanita yg juga cinta mati pada cintaNya..
Kami takut ANNISA..

Teruntukmu...
Intan_intan terindah yg kian meredup..
Kami kesepian takkala kebanyakkan dirimu nantinya berhuni dipenjara neraka..
Kami kesepian takkala itu terjadi padamu, siapa yg temani kami dipenjara syurga nanti!??
Kami kesepian takkala dijalan_jalan tak kami lihat lagi jilbab_jilbab panjang yg anggun nun menawan..
Dan kami kesepian takkala kami hanya berjuang sendirian memperjuangkan jalan cintaNya tanpa dirimu temani..
Kami kesepian ANNISA...

Teruntukmu..
Intan_intan terindah yg kian meredup..
Kami malu takkala dirimu beranikan diri untuk berpacaran..
Kami malu takkala dihadapan kami dgn ringan dirimu begandeng tangan..
Kami malu takkala dirimu begitu nyaman bisa berpelukkan..
Kami malu ANNISA..

Ini adalah tanya_tanya yg tak tau kapan dirimu kan akhirkan?
Apakah dirimu pernah merasa riuh dgn smua tindakkan itu?
Apakah dirimu pernah takut akan dosa & salah akan dipertanggungjawabkan dihadapanNya itu?
Apakah dirimu merasa malu yg dirimu perbuat didepan mata_mataNya itu?
Apakah dirimu resah takkala khilafmu termaafkan olehNya!?

Kini sinar intan mu yg kami nanti?
Dapat sinari hatimu..
Hingga dirimu yg takut..
Yang tahu malu..
Yang slalu resah..
Yang slalu menjaga..
Kembali di ratap kami yg inginkan indah..
Indahnya dirimu Intanku..
Teruntuk ANNISA yg indah di jiwa...


Syukroni Dzunnurain

Menjaga hati:-)

Ada Kutipan_kutipan yg kan terilis,
setitik rasa nan terjaga dipelataran jiwa,
tetap ada satu nama dan satu wajahmu,
yg terukir indah dalam jalur labirin_labirin yg sesaat sesatkan,
sesaatkan arah hatiQ yg mencinta,
padamu..!
Dan smua haruz terelakan atas rebahan satu dari dua sisi kutipan hati..
Tuk tempati lukismu,
biar dirimu kian terjaga..

Ada lembaran_lembaran panjang yang kan terucapi,
pada bilik_bilik lisan nan bertitah,
jauh didalam guratan selimut do'a ketulusan,
yg titih sifat dan yg titih perangaianmu,
nan tersingkap dibalik_balik sutra_sutra hijab suci yg pesonakanQ,
takkala dirimu tlah layangkan bagian teranggun,
padaQ..!
Hingga sampainya Q membuta dalam sajadah asaQ,
yg tertitip rangkai kata_kata cinta yg serba untukmu,
kan tetap slalu tercita dalam raga,
biar dirimu pun kian terjaga.

Apakah dirinya?
Sebentuk bidadari surga nyata yg tlah menjarah seungguk tulang rusukQ?
Yg slama ini jiwaQ tak pernah smbuh dari penyakit cinta?
yg slama ini mnghilang dalam timbunan puing_puing kerinduan mendahaga?
Dan kini Q cinta..

Apakah dirinya?
Sebentuk hati yg bisa berikan embun_embun kesetiaan?
Yg slama ini tlah Q rantaui disemak_semak keluh kesah batinQ?
Tuk Q sedikit dapati kesejukanmu,
takkala tetes demi tetes senyummu embunkan jiwaQ dipucuk_pucuk dedaunan asmara..

Ada ijtihat yg kan Q ikat,
cinta ini kan Q kubur dalam naungan gema semediQ..
Hingga dalam kedamaian dilema mencinta..
Q kan tetap menjaga..
Menjaga cinta padamu..
Tetap padamu..
Cinta ini kan kian terjaga..

Harus dirimu tahu??

Tlah Q lukis pilu2 asing diatas secarik kanvas hati..
Tlah Q bungkus rasa bangga didalam dedaunan kering nun mati..
Setelah berakhir Q buang hati ini..
Di sepanjang pelataran hati ego mu kasih..
Cintamu tak terbalas..
Sedangkan Q berimbas na'as, dan Q celupakan smua hatiQ di dlm air cintaQ
dan smuanx itu tak kan pernah kering dlm pikir...

Kini cintaQ tlah membingkai wajahmu..
Dengan manis parasmu..
Q lampirkan hal terindah yg kau miliki dlam museum clasic di sini..
Diruang pengabadian rasa sayangQ padamu..
Tapi smua yg Q beri tak sdktpun trharga dimata.matamu..

InginQ brtanya?
InginQ berontak?
InginQ...??
Sia.sia..
Padahal ada tnya apa arti pengertianmu trhdapQ?

Dan kini aQpun terjelma jadi serpihan kisah masa lalumu..
Yg kini hanya sekadar ingin tau keadaanmu..?
Hanya itu..

Meski cinta ini tak berujung satu..
Tp hanya satu yg kau harus tau!
CintaQ untukmu..
Slalu..
Slalu untukmu..


Syukroni Dzunnurain

Beginilah aQ mencintaimu...

Beginilah aQ mencintaimu..
Ada kekasih yg serba membuktikan cintanya dengan jutaan rangkaian kalimat indah, pujian dan rayuan..
Ada juga dengan sikap yg penuh kasih..
Ada juga malah obral_obral harga diri atas nama 'cinta' suci..!
Dan ada juga dengan meluntahkan harga diri atas materi dan,.apalah namanya,..
Namun bagiQ...ini...
Aku mencintaimu dengan menundakan pandangan padamu..
Bukan karena Q ingin berpaling padamu..
Namun karena Q ingin menjaga pandanganmu dari panah_panah iblis...

Aku mencintaimu dengan tidak melemah-lembutkan suaraQ padamu..
Mendayu bagai merayu-rayu..
Mendesir bagai desiran angin yang malu-malu..
Bukan karena Q tak mau dan sakiti hatimu..
Namun karena keinginan hatiQ tuk jaga hatimu dari bisik2 kemudaratan yg membutakan cinta ini..

Tahukah dirimu?
Mengapa kini kita terpisah berjauhan tak bersama..?
Karena kelak Sang Pemilik hati inilah yg akan satukan ikatan kita dalam kaitan suciNya..
Sebab itu lebih abdiQ kan teryakinkan ijtihatNya adalah pasti..
"laki_laki yg baik adl utk perempuan yg baik pula dan sebaliknya".
Kini Q jga diriQ guna dapatkan cinta terbaik pula..
Dan itu adalah cintamu..

Ya cukup..
Beginilah aQ mencintaimu...
Aku mencintaimu dengan menjaga diriQ..hatiQ dan jiwaQ..
Teruntuk Q persembahkan padamu kelak..
Siapapun dirimu???
Sebab itu,
jaga kesucian cintamu hanya untukQ..

Ya Rabb..
Beginilah aQ mencintainya..
PadaMu Q titipkan hati ini untuknya..
PadaMu Q kerahkan cintaQ padanya...
Barokallahuliwalakum..

Dan beginilah aQ mencintaimu..


Syukroni Dzunnurain

Cintai ia dengan...

Cintai ia dengan...
Cintailah ia dalam diam..
Dari kejauhan sepasang matahati..
Dan dari kesederhanaan serta keikhlasan meniti hati..

Disini ketika cinta hadir..
Smuanya tidaklah utk Yang Mengetahui..
Tp saat secercah rasa tidak lg tercipta utk yg Maha Pencipta..
Izinkan lah hati ini berucap tanya??
Utk siapa ia muncul dengan tiba-tiba..??
Mungkin atas ridhoNya atau hanya mengundang MurkaNya??
Tp jika benar cinta itu karena ENgkau Rabbi..
Maka biarkanlah ia mengalir mengikuti aliranMu..
Karenapun dariMug. "Dan segala sesuatu Kami ciptakan berpasang2, supaya kamu mengingat Allah".(Q.s.DZariyat:49)

Tapi jika memang kelemahan masih dipelupuk mata maka bersabarlah, berdo'alah dan berpuasalah (H.R.BUKHari, Muslim, Abu Daud, TIrmdzi, Ibnu Majah).

Dan cukup cintai ia dari kejauhan,..
Karena hadirmu tiadakan mampu menjauhkannya dari cobaan..
Karena hadirmu hanya akan menggoyahkan iman dan ketenangan..
Karenapun hadirmu mungkin sajakan membawa kefuturan hati-hati yg terjaga..

Cukup..
Cukup cintai ia dengan kesederhaan,..
Memupuk nya hanya akan menambah hama penderitaan..
Ber asa pun kian hanya akan menumpuk kekecewaan..
Berharap balasnya hanya kan mempernikmat kebahagiaan para syaitan..
Dan maka cintai ia dengan keikhlasan..
Karena tentu kisah "Fatimah az-zahra & ALi ibn Abi Thalib" diabdikan hati..
Tapi juga sanggupkah semuanya pun ber-ending seperti sejarah cinta "Salman AL-Farizi".??
"...boleh jadi kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu".
ALLah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui". (Q.s.AlBaqarah:216)

Cukup cinta ia dalam diam..
Dari kejauhan..
Dan dengan kesederhanaan dan keikhlasan..
Karena tiada yg tahu rencanaNya..
Mungkin saja rasa ini ujian yg akan melapuk atau membeku dengan perlahan seiring waktunya..
"Barang siapa menjaga kehormatan orang lain, pasti kehormatan dirinya akan terjaga". (Umar ibn Khattab).
"Dan laki-laki yg baik diperuntukan utk perempuan yg baik pula, dan sebaliknya".

Jaga selalu hatimu..
Dgn cintainya dgn diam dan dari kejauhan..
Dgn kesederhanaan dan keikhlasan..