Di satu sisi kegelapanQ...
Sipu tangis mengalir disela lekuk pipi derita..
Letih raga menunduk janji ditatap sajadah lembab airmata takut..
Dan suara lirih terlantun teriring rengek_rengek bersalah dosa masa lalu..
Q pun tak pungkiri diri ini hanyalah jasad yg nihil tak berarti apa_apa..!?
Di hadapMu..
Q bertalu..
Di satu sisi kesendirianQ..
Pikir keras mencari_cari lukis wajah khayalmu..
Bingkis smua raut wajah merah malu dalam balut kesedihan..
Hampar semua tetes keringat maafQ yg tak kunjung terijabah..
Dan kembali Q sadar..
Q hanya musafir miskin yg slalu mencari sisa_sisa hidayahMu..
Buat Q jadikn lauk.pauk disaat Q dahaga lapar jalani kesepian ini.
Kembali Q terjelma dalam dimensimu..
Jadi n0kta_n0kta mini lagi hitam..
Ditengah hampar garis_garis panjang nun banyakMu..!?
Disana Q terasingi..
Dan kembali Q terilham jadi hal satu..
Angka satu untukQ..
Ditengah ribuan bahkan milyaran digit_digit angkaMu..
Dan Q disana menggila n mati..
Tapi ingat aQ sedikit sajalah..
Ya Rabb..
Termiskin diriQ..
Terhina jasadQ..
Tapi disini..
Tepat di dada ini..
Masuk kedalam lagi..
Ada warna merah hatiQ..
Merah cintaQ..
Dan ada ruang disana!?
Dan disana ada satu ukiran..
Yaitu ukiran CINTA namaMu..
Yang ingat kembali..
Yang itu kan Q jaga sampai nantinya..
RagaQ..
BatinQ..
Dan seluruh yg ada padaQ sampainya terenggut perantara malaikatMu..
Q kan jaga Cinta itu sampai MATI Q..
Dan itu hanya..
Hanya..
Dan hanya..
TeruntukMu CINTA Q...
syukroni dzunnurain
Sabtu, 08 Januari 2011
CintaMu untuk dirinya...
Terlamun dalam bingkai hati sepi...
Dalam penantian tak henti..
Aku terjamah di pucuk.pucuk dedaunan riuh puncak jiwaQ..
Dalam kutipan naskah penantian bidadari cinta..
Tak kunjung jamah takdir-takdir dilema ini...
Terbias di atas riak-riak airmata kesedihan...
Dalam hanyutkanQ tak henti lagi..
Akupun terbwa arus dalam melodi-melodi yg beku..
Lelah cari dan mencari seungguh tulang rusuk yg tercuri...
Tapi takQ dapati di aksa-aksa dunia MAha luasMu..
Hingga rasa hati mati..
Mati terkunci akan keputusasaanQ dlam pengembaraan.
Dimana??
Jawab tanyaQ?
Sang pemilik hati...
Tuntun jalan dan arah rabunQ tuk menuju hatinya..
Meski hrus tergadai kedua helai tulang kakiQ tuk dpatknnya..
Dan meski akhrinya harus aku yg tercacati.
Dimana??
Jawab kerinduan padaQ?
Sang pengilham cinta..
Jangan slalu Kau bolak balikkan hati galau ini..
Karena terlalu lama memikirkannya,..
Karena terlalu banyak cucurkan airmata..
Meskipun harusQ gila..!
Tolong buat aku menggila mencintaMu teruntuk dirinya..
Demi Cinta padaMu..
Relakan aku terhina dijalan CintaMu..
Relakan aku terhina merindu cintanya..
Karena cintanya cintaQ..
CintaMu..tuk Q cinta..
CintaQ untuk Mu cipta..
Ciptakan padaQ cinta itu untukku hadiahkan pada yg Q cinta...
Yaitu pada dirinya.....
Cinta-Mu untuk dirinya..........
syukroni dzunnurain
Dalam penantian tak henti..
Aku terjamah di pucuk.pucuk dedaunan riuh puncak jiwaQ..
Dalam kutipan naskah penantian bidadari cinta..
Tak kunjung jamah takdir-takdir dilema ini...
Terbias di atas riak-riak airmata kesedihan...
Dalam hanyutkanQ tak henti lagi..
Akupun terbwa arus dalam melodi-melodi yg beku..
Lelah cari dan mencari seungguh tulang rusuk yg tercuri...
Tapi takQ dapati di aksa-aksa dunia MAha luasMu..
Hingga rasa hati mati..
Mati terkunci akan keputusasaanQ dlam pengembaraan.
Dimana??
Jawab tanyaQ?
Sang pemilik hati...
Tuntun jalan dan arah rabunQ tuk menuju hatinya..
Meski hrus tergadai kedua helai tulang kakiQ tuk dpatknnya..
Dan meski akhrinya harus aku yg tercacati.
Dimana??
Jawab kerinduan padaQ?
Sang pengilham cinta..
Jangan slalu Kau bolak balikkan hati galau ini..
Karena terlalu lama memikirkannya,..
Karena terlalu banyak cucurkan airmata..
Meskipun harusQ gila..!
Tolong buat aku menggila mencintaMu teruntuk dirinya..
Demi Cinta padaMu..
Relakan aku terhina dijalan CintaMu..
Relakan aku terhina merindu cintanya..
Karena cintanya cintaQ..
CintaMu..tuk Q cinta..
CintaQ untuk Mu cipta..
Ciptakan padaQ cinta itu untukku hadiahkan pada yg Q cinta...
Yaitu pada dirinya.....
Cinta-Mu untuk dirinya..........
syukroni dzunnurain
Lupakan Tentang...??
Ada kata-kata manis yang begitu banyak terucapi...
Ada bait-bait puisi dan sajak-sajak yg terlalu banyak terilhami...
Untukmu yg begitu teristimewa bagi bilik-bilik rasa cinta...
Aku padamu...
Yang ku pun harus rela berkorban..
Rebahkan harga termahal dalam diriku..
Itu hanya tuk satu..
Satu hingga dirimu pun sedikit membuka hati yg telah terkunci itu..
Ada lantunan-lantunan lagu dilematis teralun sepi...
Ada hembus-hembus angin yg slalu ingin sejukkan..
Dan itu kembali..
Hanya untukmu..
Yang kan ku sinari sisi-sisi gelap hatimu..
Dengan lentara api-api asaQ..
Meski pun Q harus rela padam..dan padam terbuta..
Tapi dengan lentera itu aQ kan tapakki jejak keluluhanmu..
Tujukan Q jalan ke jalan labuhan hati terindahmu..
Inilah kalaQ terjelma jadi manusia terhina dimata-matamu..
Terlalu berdosa..
Terlalu dan slalu salah...
Kembali atasmu..
MeskiQ ingin slalu ingin terbebas dari jerat rasa itu..
Tapi tetap..
Dirimu kuncikanQ dalam terali-teralimu..
PasungkanQ hina dan terhina lagi..
Jawab aku..!
Inikah dirimu?
Begitu ego akan segala sin0psis-sin0psis yang naikkanmu pada rasa angkuh?
Tak mau tatap aQ..
Yang terlalu letih bermusafir mencari pintu-pintu maafmu..
Dipenjuru mata-mata hatimu..
Namun Q teranum jadi padi-padi kesiasan..
Inikah dirmu?
Tak mau artikanQ dan Slalu Q yg harus terjemahkanmu?
Walau dengan sembah dan tetes airmata..
TetapQ tak temukan bebatuan maaf jiwamu yg lembuh buatQ sentuh..
Ada kata-kata indah dari diriQ..
Yang Q harap lama tergenang dalam sungai ingatanmu..
Dan ingat dirimu kan tetap ingat..
Dengan mengingat apa yang ingin kau lupa..
Melupakan smua..
Tentang aQ..
.aQ cinta..cinta untukmu..
Meski kau lupa cinta..
syukroni dzunnurain
Ada bait-bait puisi dan sajak-sajak yg terlalu banyak terilhami...
Untukmu yg begitu teristimewa bagi bilik-bilik rasa cinta...
Aku padamu...
Yang ku pun harus rela berkorban..
Rebahkan harga termahal dalam diriku..
Itu hanya tuk satu..
Satu hingga dirimu pun sedikit membuka hati yg telah terkunci itu..
Ada lantunan-lantunan lagu dilematis teralun sepi...
Ada hembus-hembus angin yg slalu ingin sejukkan..
Dan itu kembali..
Hanya untukmu..
Yang kan ku sinari sisi-sisi gelap hatimu..
Dengan lentara api-api asaQ..
Meski pun Q harus rela padam..dan padam terbuta..
Tapi dengan lentera itu aQ kan tapakki jejak keluluhanmu..
Tujukan Q jalan ke jalan labuhan hati terindahmu..
Inilah kalaQ terjelma jadi manusia terhina dimata-matamu..
Terlalu berdosa..
Terlalu dan slalu salah...
Kembali atasmu..
MeskiQ ingin slalu ingin terbebas dari jerat rasa itu..
Tapi tetap..
Dirimu kuncikanQ dalam terali-teralimu..
PasungkanQ hina dan terhina lagi..
Jawab aku..!
Inikah dirimu?
Begitu ego akan segala sin0psis-sin0psis yang naikkanmu pada rasa angkuh?
Tak mau tatap aQ..
Yang terlalu letih bermusafir mencari pintu-pintu maafmu..
Dipenjuru mata-mata hatimu..
Namun Q teranum jadi padi-padi kesiasan..
Inikah dirmu?
Tak mau artikanQ dan Slalu Q yg harus terjemahkanmu?
Walau dengan sembah dan tetes airmata..
TetapQ tak temukan bebatuan maaf jiwamu yg lembuh buatQ sentuh..
Ada kata-kata indah dari diriQ..
Yang Q harap lama tergenang dalam sungai ingatanmu..
Dan ingat dirimu kan tetap ingat..
Dengan mengingat apa yang ingin kau lupa..
Melupakan smua..
Tentang aQ..
.aQ cinta..cinta untukmu..
Meski kau lupa cinta..
syukroni dzunnurain
Cinta Dua Hati...
Dari tulisan_tulisan keprihatinan akan dirimu..
Dan dari setiap goresan_goresan tintah resah ini..
Kan Q ciptakan satu surat kecemasan akan dirimu..
Pilu hati menangis meratapi sinar kilaumu terenggut dan kini redup..
Karena telah tenggelam dalam puing_puing fitnah dunia hina...
Kan Q kisahkan..
Teruntukmu...
Intan_intan terindah yg kian meredup..
Hati ini riuh takkala adab &akhlakmu tercuri..
Hati ini riuh takkala jalan & kemudi syahwatmu berlalu arah..
Hati ini riuh takkala tabir & hijabmu tak lagi batasi tubuh auratmu,..
Hati ini riuh takkala langkah & suara tangis mu tak lagi terdengar dlam doa malam harimu..
Hati ini riuh ANNISA ku...
Teruntukmu...
Intan_intan terindah yg kian meredup..
Ratap ini resah takkala tangan_tanganmu tersentuh zina yg bukan muhrimmu..
Ratap ini gundah takkala ucapan cintamu begitu ringan tertitah bukan untukNya..
Ratap ini goyah takkala kau bangga pinang ikatan cinta untuk cintai selain dirinya..
Ratap ini rapuh takkala gelap malammu tak lagi hidup diatas sajadah..
Tahukah??
Ratap ini resah ANNISA ku...
Teruntukmu..
Intan_intan terindah yg kian meredup..
Tak ada lagi indah takkala rambut_rambutmu berkibar tanpa salah..
Tak ada lagi indah takkala tubuh_tubuhmu tak terselimuti tanpa dosa..
Tak ada lagi indah takkala fitrahmu sbgai wanita tlah punah tertelan fitnah dunia..
Tak ada lagi indah takkala jilbab_jilbabmu begitu minim menutupi keanggunanmu..
Tak ada lagi indah ANNISA ku..
Dimana??
Dimana lagi kami mencri sinar terangmu kembali sinari fitrah ini..
Adakah yg serba baik padamu kembali..
Ada tapi begitu langkah??
Teruntukmu..
Intan_intan terindah yg kian meredup..
Kami takut takkala kami tak dapati lagi pendamping yg terbaik yg nantinya menemani..
Kami takut takkala kami harus slalu bertanya_tanya kan kevirginan & islam pada dirimu..
Kami takut takkala cinta kami nantinya tak terpatri pada sosok wanita yg juga cinta mati pada cintaNya..
Kami takut ANNISA..
Teruntukmu...
Intan_intan terindah yg kian meredup..
Kami kesepian takkala kebanyakkan dirimu nantinya berhuni dipenjara neraka..
Kami kesepian takkala itu terjadi padamu, siapa yg temani kami dipenjara syurga nanti!??
Kami kesepian takkala dijalan_jalan tak kami lihat lagi jilbab_jilbab panjang yg anggun nun menawan..
Dan kami kesepian takkala kami hanya berjuang sendirian memperjuangkan jalan cintaNya tanpa dirimu temani..
Kami kesepian ANNISA...
Teruntukmu..
Intan_intan terindah yg kian meredup..
Kami malu takkala dirimu beranikan diri untuk berpacaran..
Kami malu takkala dihadapan kami dgn ringan dirimu begandeng tangan..
Kami malu takkala dirimu begitu nyaman bisa berpelukkan..
Kami malu ANNISA..
Ini adalah tanya_tanya yg tak tau kapan dirimu kan akhirkan?
Apakah dirimu pernah merasa riuh dgn smua tindakkan itu?
Apakah dirimu pernah takut akan dosa & salah akan dipertanggungjawabkan dihadapanNya itu?
Apakah dirimu merasa malu yg dirimu perbuat didepan mata_mataNya itu?
Apakah dirimu resah takkala khilafmu termaafkan olehNya!?
Kini sinar intan mu yg kami nanti?
Dapat sinari hatimu..
Hingga dirimu yg takut..
Yang tahu malu..
Yang slalu resah..
Yang slalu menjaga..
Kembali di ratap kami yg inginkan indah..
Indahnya dirimu Intanku..
Teruntuk ANNISA yg indah di jiwa...
syukroni dzunnurain
Dan dari setiap goresan_goresan tintah resah ini..
Kan Q ciptakan satu surat kecemasan akan dirimu..
Pilu hati menangis meratapi sinar kilaumu terenggut dan kini redup..
Karena telah tenggelam dalam puing_puing fitnah dunia hina...
Kan Q kisahkan..
Teruntukmu...
Intan_intan terindah yg kian meredup..
Hati ini riuh takkala adab &akhlakmu tercuri..
Hati ini riuh takkala jalan & kemudi syahwatmu berlalu arah..
Hati ini riuh takkala tabir & hijabmu tak lagi batasi tubuh auratmu,..
Hati ini riuh takkala langkah & suara tangis mu tak lagi terdengar dlam doa malam harimu..
Hati ini riuh ANNISA ku...
Teruntukmu...
Intan_intan terindah yg kian meredup..
Ratap ini resah takkala tangan_tanganmu tersentuh zina yg bukan muhrimmu..
Ratap ini gundah takkala ucapan cintamu begitu ringan tertitah bukan untukNya..
Ratap ini goyah takkala kau bangga pinang ikatan cinta untuk cintai selain dirinya..
Ratap ini rapuh takkala gelap malammu tak lagi hidup diatas sajadah..
Tahukah??
Ratap ini resah ANNISA ku...
Teruntukmu..
Intan_intan terindah yg kian meredup..
Tak ada lagi indah takkala rambut_rambutmu berkibar tanpa salah..
Tak ada lagi indah takkala tubuh_tubuhmu tak terselimuti tanpa dosa..
Tak ada lagi indah takkala fitrahmu sbgai wanita tlah punah tertelan fitnah dunia..
Tak ada lagi indah takkala jilbab_jilbabmu begitu minim menutupi keanggunanmu..
Tak ada lagi indah ANNISA ku..
Dimana??
Dimana lagi kami mencri sinar terangmu kembali sinari fitrah ini..
Adakah yg serba baik padamu kembali..
Ada tapi begitu langkah??
Teruntukmu..
Intan_intan terindah yg kian meredup..
Kami takut takkala kami tak dapati lagi pendamping yg terbaik yg nantinya menemani..
Kami takut takkala kami harus slalu bertanya_tanya kan kevirginan & islam pada dirimu..
Kami takut takkala cinta kami nantinya tak terpatri pada sosok wanita yg juga cinta mati pada cintaNya..
Kami takut ANNISA..
Teruntukmu...
Intan_intan terindah yg kian meredup..
Kami kesepian takkala kebanyakkan dirimu nantinya berhuni dipenjara neraka..
Kami kesepian takkala itu terjadi padamu, siapa yg temani kami dipenjara syurga nanti!??
Kami kesepian takkala dijalan_jalan tak kami lihat lagi jilbab_jilbab panjang yg anggun nun menawan..
Dan kami kesepian takkala kami hanya berjuang sendirian memperjuangkan jalan cintaNya tanpa dirimu temani..
Kami kesepian ANNISA...
Teruntukmu..
Intan_intan terindah yg kian meredup..
Kami malu takkala dirimu beranikan diri untuk berpacaran..
Kami malu takkala dihadapan kami dgn ringan dirimu begandeng tangan..
Kami malu takkala dirimu begitu nyaman bisa berpelukkan..
Kami malu ANNISA..
Ini adalah tanya_tanya yg tak tau kapan dirimu kan akhirkan?
Apakah dirimu pernah merasa riuh dgn smua tindakkan itu?
Apakah dirimu pernah takut akan dosa & salah akan dipertanggungjawabkan dihadapanNya itu?
Apakah dirimu merasa malu yg dirimu perbuat didepan mata_mataNya itu?
Apakah dirimu resah takkala khilafmu termaafkan olehNya!?
Kini sinar intan mu yg kami nanti?
Dapat sinari hatimu..
Hingga dirimu yg takut..
Yang tahu malu..
Yang slalu resah..
Yang slalu menjaga..
Kembali di ratap kami yg inginkan indah..
Indahnya dirimu Intanku..
Teruntuk ANNISA yg indah di jiwa...
syukroni dzunnurain
Teruntukmu ANNISA...
Dari tulisan_tulisan keprihatinan akan dirimu..
Dan dari setiap goresan_goresan tintah resah ini..
Kan Q ciptakan satu surat kecemasan akan dirimu..
Pilu hati menangis meratapi sinar kilaumu terenggut dan kini redup..
Karena telah tenggelam dalam puing_puing fitnah dunia hina...
Kan Q kisahkan..
Teruntukmu...
Intan_intan terindah yg kian meredup..
Hati ini riuh takkala adab &akhlakmu tercuri..
Hati ini riuh takkala jalan & kemudi syahwatmu berlalu arah..
Hati ini riuh takkala tabir & hijabmu tak lagi batasi tubuh auratmu,..
Hati ini riuh takkala langkah & suara tangis mu tak lagi terdengar dlam doa malam harimu..
Hati ini riuh ANNISA ku...
Teruntukmu...
Intan_intan terindah yg kian meredup..
Ratap ini resah takkala tangan_tanganmu tersentuh zina yg bukan muhrimmu..
Ratap ini gundah takkala ucapan cintamu begitu ringan tertitah bukan untukNya..
Ratap ini goyah takkala kau bangga pinang ikatan cinta untuk cintai selain dirinya..
Ratap ini rapuh takkala gelap malammu tak lagi hidup diatas sajadah..
Tahukah??
Ratap ini resah ANNISA ku...
Teruntukmu..
Intan_intan terindah yg kian meredup..
Tak ada lagi indah takkala rambut_rambutmu berkibar tanpa salah..
Tak ada lagi indah takkala tubuh_tubuhmu tak terselimuti tanpa dosa..
Tak ada lagi indah takkala fitrahmu sbgai wanita tlah punah tertelan fitnah dunia..
Tak ada lagi indah takkala jilbab_jilbabmu begitu minim menutupi keanggunanmu..
Tak ada lagi indah ANNISA ku..
Dimana??
Dimana lagi kami mencri sinar terangmu kembali sinari fitrah ini..
Adakah yg serba baik padamu kembali..
Ada tapi begitu langkah??
Teruntukmu..
Intan_intan terindah yg kian meredup..
Kami takut takkala kami tak dapati lagi pendamping yg terbaik yg nantinya menemani..
Kami takut takkala kami harus slalu bertanya_tanya kan kevirginan & islam pada dirimu..
Kami takut takkala cinta kami nantinya tak terpatri pada sosok wanita yg juga cinta mati pada cintaNya..
Kami takut ANNISA..
Teruntukmu...
Intan_intan terindah yg kian meredup..
Kami kesepian takkala kebanyakkan dirimu nantinya berhuni dipenjara neraka..
Kami kesepian takkala itu terjadi padamu, siapa yg temani kami dipenjara syurga nanti!??
Kami kesepian takkala dijalan_jalan tak kami lihat lagi jilbab_jilbab panjang yg anggun nun menawan..
Dan kami kesepian takkala kami hanya berjuang sendirian memperjuangkan jalan cintaNya tanpa dirimu temani..
Kami kesepian ANNISA...
Teruntukmu..
Intan_intan terindah yg kian meredup..
Kami malu takkala dirimu beranikan diri untuk berpacaran..
Kami malu takkala dihadapan kami dgn ringan dirimu begandeng tangan..
Kami malu takkala dirimu begitu nyaman bisa berpelukkan..
Kami malu ANNISA..
Ini adalah tanya_tanya yg tak tau kapan dirimu kan akhirkan?
Apakah dirimu pernah merasa riuh dgn smua tindakkan itu?
Apakah dirimu pernah takut akan dosa & salah akan dipertanggungjawabkan dihadapanNya itu?
Apakah dirimu merasa malu yg dirimu perbuat didepan mata_mataNya itu?
Apakah dirimu resah takkala khilafmu termaafkan olehNya!?
Kini sinar intan mu yg kami nanti?
Dapat sinari hatimu..
Hingga dirimu yg takut..
Yang tahu malu..
Yang slalu resah..
Yang slalu menjaga..
Kembali di ratap kami yg inginkan indah..
Indahnya dirimu Intanku..
Teruntuk ANNISA yg indah di jiwa...
Syukroni Dzunnurain
Dan dari setiap goresan_goresan tintah resah ini..
Kan Q ciptakan satu surat kecemasan akan dirimu..
Pilu hati menangis meratapi sinar kilaumu terenggut dan kini redup..
Karena telah tenggelam dalam puing_puing fitnah dunia hina...
Kan Q kisahkan..
Teruntukmu...
Intan_intan terindah yg kian meredup..
Hati ini riuh takkala adab &akhlakmu tercuri..
Hati ini riuh takkala jalan & kemudi syahwatmu berlalu arah..
Hati ini riuh takkala tabir & hijabmu tak lagi batasi tubuh auratmu,..
Hati ini riuh takkala langkah & suara tangis mu tak lagi terdengar dlam doa malam harimu..
Hati ini riuh ANNISA ku...
Teruntukmu...
Intan_intan terindah yg kian meredup..
Ratap ini resah takkala tangan_tanganmu tersentuh zina yg bukan muhrimmu..
Ratap ini gundah takkala ucapan cintamu begitu ringan tertitah bukan untukNya..
Ratap ini goyah takkala kau bangga pinang ikatan cinta untuk cintai selain dirinya..
Ratap ini rapuh takkala gelap malammu tak lagi hidup diatas sajadah..
Tahukah??
Ratap ini resah ANNISA ku...
Teruntukmu..
Intan_intan terindah yg kian meredup..
Tak ada lagi indah takkala rambut_rambutmu berkibar tanpa salah..
Tak ada lagi indah takkala tubuh_tubuhmu tak terselimuti tanpa dosa..
Tak ada lagi indah takkala fitrahmu sbgai wanita tlah punah tertelan fitnah dunia..
Tak ada lagi indah takkala jilbab_jilbabmu begitu minim menutupi keanggunanmu..
Tak ada lagi indah ANNISA ku..
Dimana??
Dimana lagi kami mencri sinar terangmu kembali sinari fitrah ini..
Adakah yg serba baik padamu kembali..
Ada tapi begitu langkah??
Teruntukmu..
Intan_intan terindah yg kian meredup..
Kami takut takkala kami tak dapati lagi pendamping yg terbaik yg nantinya menemani..
Kami takut takkala kami harus slalu bertanya_tanya kan kevirginan & islam pada dirimu..
Kami takut takkala cinta kami nantinya tak terpatri pada sosok wanita yg juga cinta mati pada cintaNya..
Kami takut ANNISA..
Teruntukmu...
Intan_intan terindah yg kian meredup..
Kami kesepian takkala kebanyakkan dirimu nantinya berhuni dipenjara neraka..
Kami kesepian takkala itu terjadi padamu, siapa yg temani kami dipenjara syurga nanti!??
Kami kesepian takkala dijalan_jalan tak kami lihat lagi jilbab_jilbab panjang yg anggun nun menawan..
Dan kami kesepian takkala kami hanya berjuang sendirian memperjuangkan jalan cintaNya tanpa dirimu temani..
Kami kesepian ANNISA...
Teruntukmu..
Intan_intan terindah yg kian meredup..
Kami malu takkala dirimu beranikan diri untuk berpacaran..
Kami malu takkala dihadapan kami dgn ringan dirimu begandeng tangan..
Kami malu takkala dirimu begitu nyaman bisa berpelukkan..
Kami malu ANNISA..
Ini adalah tanya_tanya yg tak tau kapan dirimu kan akhirkan?
Apakah dirimu pernah merasa riuh dgn smua tindakkan itu?
Apakah dirimu pernah takut akan dosa & salah akan dipertanggungjawabkan dihadapanNya itu?
Apakah dirimu merasa malu yg dirimu perbuat didepan mata_mataNya itu?
Apakah dirimu resah takkala khilafmu termaafkan olehNya!?
Kini sinar intan mu yg kami nanti?
Dapat sinari hatimu..
Hingga dirimu yg takut..
Yang tahu malu..
Yang slalu resah..
Yang slalu menjaga..
Kembali di ratap kami yg inginkan indah..
Indahnya dirimu Intanku..
Teruntuk ANNISA yg indah di jiwa...
Syukroni Dzunnurain
Menjaga hati:-)
Ada Kutipan_kutipan yg kan terilis,
setitik rasa nan terjaga dipelataran jiwa,
tetap ada satu nama dan satu wajahmu,
yg terukir indah dalam jalur labirin_labirin yg sesaat sesatkan,
sesaatkan arah hatiQ yg mencinta,
padamu..!
Dan smua haruz terelakan atas rebahan satu dari dua sisi kutipan hati..
Tuk tempati lukismu,
biar dirimu kian terjaga..
Ada lembaran_lembaran panjang yang kan terucapi,
pada bilik_bilik lisan nan bertitah,
jauh didalam guratan selimut do'a ketulusan,
yg titih sifat dan yg titih perangaianmu,
nan tersingkap dibalik_balik sutra_sutra hijab suci yg pesonakanQ,
takkala dirimu tlah layangkan bagian teranggun,
padaQ..!
Hingga sampainya Q membuta dalam sajadah asaQ,
yg tertitip rangkai kata_kata cinta yg serba untukmu,
kan tetap slalu tercita dalam raga,
biar dirimu pun kian terjaga.
Apakah dirinya?
Sebentuk bidadari surga nyata yg tlah menjarah seungguk tulang rusukQ?
Yg slama ini jiwaQ tak pernah smbuh dari penyakit cinta?
yg slama ini mnghilang dalam timbunan puing_puing kerinduan mendahaga?
Dan kini Q cinta..
Apakah dirinya?
Sebentuk hati yg bisa berikan embun_embun kesetiaan?
Yg slama ini tlah Q rantaui disemak_semak keluh kesah batinQ?
Tuk Q sedikit dapati kesejukanmu,
takkala tetes demi tetes senyummu embunkan jiwaQ dipucuk_pucuk dedaunan asmara..
Ada ijtihat yg kan Q ikat,
cinta ini kan Q kubur dalam naungan gema semediQ..
Hingga dalam kedamaian dilema mencinta..
Q kan tetap menjaga..
Menjaga cinta padamu..
Tetap padamu..
Cinta ini kan kian terjaga..
setitik rasa nan terjaga dipelataran jiwa,
tetap ada satu nama dan satu wajahmu,
yg terukir indah dalam jalur labirin_labirin yg sesaat sesatkan,
sesaatkan arah hatiQ yg mencinta,
padamu..!
Dan smua haruz terelakan atas rebahan satu dari dua sisi kutipan hati..
Tuk tempati lukismu,
biar dirimu kian terjaga..
Ada lembaran_lembaran panjang yang kan terucapi,
pada bilik_bilik lisan nan bertitah,
jauh didalam guratan selimut do'a ketulusan,
yg titih sifat dan yg titih perangaianmu,
nan tersingkap dibalik_balik sutra_sutra hijab suci yg pesonakanQ,
takkala dirimu tlah layangkan bagian teranggun,
padaQ..!
Hingga sampainya Q membuta dalam sajadah asaQ,
yg tertitip rangkai kata_kata cinta yg serba untukmu,
kan tetap slalu tercita dalam raga,
biar dirimu pun kian terjaga.
Apakah dirinya?
Sebentuk bidadari surga nyata yg tlah menjarah seungguk tulang rusukQ?
Yg slama ini jiwaQ tak pernah smbuh dari penyakit cinta?
yg slama ini mnghilang dalam timbunan puing_puing kerinduan mendahaga?
Dan kini Q cinta..
Apakah dirinya?
Sebentuk hati yg bisa berikan embun_embun kesetiaan?
Yg slama ini tlah Q rantaui disemak_semak keluh kesah batinQ?
Tuk Q sedikit dapati kesejukanmu,
takkala tetes demi tetes senyummu embunkan jiwaQ dipucuk_pucuk dedaunan asmara..
Ada ijtihat yg kan Q ikat,
cinta ini kan Q kubur dalam naungan gema semediQ..
Hingga dalam kedamaian dilema mencinta..
Q kan tetap menjaga..
Menjaga cinta padamu..
Tetap padamu..
Cinta ini kan kian terjaga..
Harus dirimu tahu??
Tlah Q lukis pilu2 asing diatas secarik kanvas hati..
Tlah Q bungkus rasa bangga didalam dedaunan kering nun mati..
Setelah berakhir Q buang hati ini..
Di sepanjang pelataran hati ego mu kasih..
Cintamu tak terbalas..
Sedangkan Q berimbas na'as, dan Q celupakan smua hatiQ di dlm air cintaQ
dan smuanx itu tak kan pernah kering dlm pikir...
Kini cintaQ tlah membingkai wajahmu..
Dengan manis parasmu..
Q lampirkan hal terindah yg kau miliki dlam museum clasic di sini..
Diruang pengabadian rasa sayangQ padamu..
Tapi smua yg Q beri tak sdktpun trharga dimata.matamu..
InginQ brtanya?
InginQ berontak?
InginQ...??
Sia.sia..
Padahal ada tnya apa arti pengertianmu trhdapQ?
Dan kini aQpun terjelma jadi serpihan kisah masa lalumu..
Yg kini hanya sekadar ingin tau keadaanmu..?
Hanya itu..
Meski cinta ini tak berujung satu..
Tp hanya satu yg kau harus tau!
CintaQ untukmu..
Slalu..
Slalu untukmu..
Syukroni Dzunnurain
Tlah Q bungkus rasa bangga didalam dedaunan kering nun mati..
Setelah berakhir Q buang hati ini..
Di sepanjang pelataran hati ego mu kasih..
Cintamu tak terbalas..
Sedangkan Q berimbas na'as, dan Q celupakan smua hatiQ di dlm air cintaQ
dan smuanx itu tak kan pernah kering dlm pikir...
Kini cintaQ tlah membingkai wajahmu..
Dengan manis parasmu..
Q lampirkan hal terindah yg kau miliki dlam museum clasic di sini..
Diruang pengabadian rasa sayangQ padamu..
Tapi smua yg Q beri tak sdktpun trharga dimata.matamu..
InginQ brtanya?
InginQ berontak?
InginQ...??
Sia.sia..
Padahal ada tnya apa arti pengertianmu trhdapQ?
Dan kini aQpun terjelma jadi serpihan kisah masa lalumu..
Yg kini hanya sekadar ingin tau keadaanmu..?
Hanya itu..
Meski cinta ini tak berujung satu..
Tp hanya satu yg kau harus tau!
CintaQ untukmu..
Slalu..
Slalu untukmu..
Syukroni Dzunnurain
Langganan:
Postingan (Atom)